Rabu, 15 September 2021

BAGAIMANA SIKAP USTADZ ADI HIDAYAT, LC, MA SAAT DITANYA SOAL ASURANSI

Ustadz Adi Hidayat adalah seorang dai kondang Indonesia berdarah Banten yang lahir pada tanggal 11 September 1984.

Beliau memulai pendidikan formalnya di TK Pertiwi Pandeglang pada tahun 1989 lalu melanjutkan jenjang sekolah dasar di SDN Karaton 3 dan SDN III Pandeglang. Pada tahun 1997, ia melanjutkan pendidikan tingkat Tsanawiyyah dan Aliyah di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Guru utama beliau di sana adalah Buya KH. Miskun as-Syatibi yang telah menghadirkan kecintaan dirinya terhadap al-Qur’an. Setelah sempat mengenyam pendidikan tinggi pada Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah, ia kemudian melanjutkan studinya di Kuliyyah Dakwah Islamiyyah Libya.

Pada tahun 2011, beliau kemudian kembali ke Indonesia dan 2 (dua) tahun berikutnya mendirikan Quantum Akhyar Institute, lalu disusul dengan pendirian Akhyar TV sebagai media dakwah utama.

Terkait dengan hukum asuransi, Ustadz Adi Hidayat memberikan jawaban sebagai berikut yang juga dapat dikonfirmasi melalui rekaman videonya yang ada di YouTube  :

“Lihat MUI, mereka sudah keluarkan fatwa halal. Lihat syarat-syaratnya di syariahnya. Kalau melengkapi syarat-syarat itu, dipersilahkan. Tapi kalau saya sih, kalau tidak terpaksa dengan hukum-hukum dunia yang ada sekarang ini, ya masyaAllah, serahkan kepada hukum-hukum Allah. Ada asuransi Allah yang lebih tepat dan lebih luas karena mendatangkan mobil-mobil lainnya. Apa diantara bentuknya. Ada Infaq, Anda gunakan untuk yang perbuatan yang halal yang baik. Maaf ya. Anna dikasih mobil, pertama kali dipakai jalan-jalan. Kenapa ngga dipakai untuk ke masjid. Syukuri dulu. Ini saya heran orang-orang Islam sekarang. Allah kasih mobil, eh dipakai ke Puncak dulu, ke Lembang dulu, pakai ke Taman Safari dulu. Yang lihat cuma onta. Yang mejengin Singa. Gaya, ngapain dibanggain singa. Kenapa ngga minta kebanggaan dari Allah. Dapat mobil baru, pakai ke masjlis taklim, pakai sholat, sholat shubuh, pakai Ferrari, boleh !. Subuh naik angkot, boleh. Subuh naik Ferrari, boleh. Bawa, bikin gaya. Nih, saya bawa pakai mobil supaya kenda ini menjadi kendaraan saya ke surga. Bukan cuma jadi tongkrongan. Cape. Beli Ferrari buat dipanasin doang. Pagi-pagi cuma dilihat, masih ada. Malam-malam orang tidur, ia manasin. 

Ia pakai kepada yang baik-baik, begitu dipakai yang baik, Allah tambah. Dari mana dalilnya ? QS Surat 14 ayat 7 : La in syakartum la azidannakum. Kalau Anda syukur, ditambah oleh Allah. Syukur itu dipakai untuk kepentingan yang maslahat. Dia pakai punya motor baru, pakai taklim. Alhamdulillah. Begitu dipakai, kata Allah, la adzi dannakum, saya tambah. Sekarang motor, tiba-tiba besok mobil datang, pakai Grab, motor lagi di bengkel, ya tak apa-apa.” 

Dari pernyataan di atas, Ustadz Adi Hidayat membolehkan asuransi asal terpenuhi syarat-syarat syariat berdasarkan fatwa MUI. Beliau tidak membahas lebih rinci apakah terdapat keterkaitan asuransi dengan praktek gharar, maisir, dan riba, sebagaimana yang banyak dibahas oleh ulama-ulama lainnya. Namun demikian, secara pribadi, beliau cenderung tidak mau berasuransi karena tidak mau mengikuti hukum-hukum dunia.

 

Ad Placement